TUGAS
PRODUKTIF
WIMAR
BAGUS SURYA PRATAMA
XI
- TKBB
|
Ø SNI 7833:2012
|
|
Tata
cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung
|
|
Ø SNI 7834:2012
|
|
Metode
uji dan kriteria penerimaan sistem struktur rangka memikul momen beton bertulang
pracetak untuk bangunan gedung
|
|
Ø SNI 3419:2008
|
|
Cara uji
abrasi beton di laboratorium
|
|
Nomor
SNI
|
:
|
Ø SNI 7833:2012
|
|
Judul
|
:
|
Tata
cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung
|
|
Abstraksi
|
:
|
Standar
ini menetapkan persyaratan minimum untuk perancangan dan pelaksanaan komponen
struktur beton struktural dari setiap ereksi struktur sesuai persyaratan
standar yang berlaku untuk bangunan gedung umum. Pada daerah yang tidak
menggunakan standar bangunan yang berlaku pada daerah tersebut, standar ini
boleh digunakan sebagai standar minimum untuk material, desain dan
pelaksanaan. Standar ini juga mencakup evaluasi kekuatan struktur beton yang
sudah berdiri. Untuk beton struktural, tidak boleh kurang dari 17 MPa. Tidak
ada nilai maksimum yang ditetapkan kecuali diatur oleh ketentuan peraturan
yang spesifik. Standar ini melengkapi ketetapan standar bangunan gedungsecara
umum dan mengatur segala hal yang berkaitan dengan perancangan dan
pelaksanaan beton struktural, kecuali di mana ketetapan ini bertentangan
dengan persyaratan bangunan gedung yang sah berlaku. Standar ini mengatur
segala hal terkait dengan desain, pelaksanaan, dan sifat-sifat material jika
ada pertentangan persyaratan antara standar ini dengan persyaratan yang terkandung
di dalam standar-standar lain Untuk fondasi yang dicor di tempat, dinding
fondasi, dan pelat di atas tanah untuk rumah tunggal dan rumahderet dan
asesoris struktur tersebut, desain dan pelaksanaannya harus dilakukan sesuai
dengan ACI 332 Standar ini mengatur struktur khusus, seperti struktur
lengkungan, silo dan bangunan kedap udara, struktur tahan ledakan, dan
cerobong asap, ketentuan-ketentuan standar ini boleh diterapkan. Lihat juga
22.1.3 ACI 318-08 Standar ini tidak mengatur desain dan pemasangan bagian
dari tiang beton, tiang jembatan yang di bor, dan kaison yang ditanam di
bawah tanah kecuali untuk struktur-struktur pada desain gempaKategori D, E
dan F. Lihat 7.12.4 untuk persyaratan tiang pancang beton, tiang bor
jembatan, dan kaison pada struktur yang didesain untuk tahan gempa Kategori
D, E dan F Standar ini tidak mengatur desain dan pelaksanaan pelat yang
ditumpu di atas tanah, kecuali pelat yang menyalurkan beban vertikal atau
gaya lateral dari bagian struktur lain dalam tanah tersebut
|
|
Nomor
SNI
|
:
|
Ø SNI 7834:2012
|
|
Judul
|
:
|
Metode
uji dan kriteria penerimaan sistem struktur rangka memikul momen beton
bertulang pracetak untuk bangunan gedung
|
|
Abstraksi
|
:
|
Standar
ini menetapkan metoda uji dan kriteria penerimaan minimum untuk suatu sistem struktur
rangka pemikul momen beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung. Standar
ini digunakan untuk pengujian sambungan balok dan kolom yang didesain untuk
daerah rawan gempa, berdasarkan standar perencanaan ketahanan gempa untuk
struktur bangunan gedung dan non gedung seperti tercantum dakam SNI 1726,
dimana penerimaannya didasarkan atas bukti eksperimental dan analisis
kriteria penerimaan
|
|
Nomor
SNI
|
:
|
Ø SNI 3419:2008
|
|
Judul
|
:
|
Cara uji
abrasi beton di laboratorium
|
|
Abstraksi
|
:
|
Standar
ini merupakan revisi dari SNI 03-3419-1994, Metode pengujian abrasi beton di
laboratorium, menetapkan tata cara pengujian abrasi beton di laboratorium
untuk mendapatkan koefisien abrasi beton. Nilai hasil uji ini merupakan nilai
ketahanan permukaan beton dari komponen suatu bangunan air yang dapat dipakai
sebagai pembanding dengan nilai koefisien abrasi pada bangunan air akibat
abrasi aliran yang mengangkut sedimen. Peralatan yang digunakan dalam
pengujian harus memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk masing-masing peralatan
yaitu mesin uji abrasi beton tipe putaran, cetakan benda uji yang memenuhi
persyaratan sebagai berikut, timbangan kapasitas 10 kg dengan ketelitian 1
gram, alat ukur ketebalan (jangka sorong/skitmaat/caliper). Sarana penunjang
lainnya perlu disiapkan seperti kunci sok, obeng, slang air, stop watch,
dsb.. Benda ujinya harus memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai dengan SNI
03-2493-1991 Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium,
dan pada saat pengujian berumur 3 hari, 7 hari dan 28 hari, dan petugas
ujinya harus berpengalaman berpengalaman dan diawasi oleh seorang tenaga ahli
yang bertanggung jawab terhadap hasil uji. Pengujian dilakukan melalui proses
persiapan, pengujian, perhitungan, dengan tahapan-tahapan yang ditentukan
tiap proses.Perhitungan dilakukan dengan menghitung koefisien abrasi dan
oefisien abrasi rata-rata pada setiap periode pengujian dengan menggunakan
rumus yang ditentukan
|
Berusaha berusaha dan berusaha. Belajar belajar dan belajar.
BalasHapusBerdoa berdoa dan berdoab
Berusaha berusaha dan berusaha. Belajar belajar dan belajar.
BalasHapusBerdoa berdoa dan berdoab